Mindflow cria jogo de aprendizagem sobre coronavírus

mindflow-cria-jogo-de-aprendizagem-sobre-coronavirus

A Mindflow, empresa portuguesa de formação através de técnicas de gamificação, produziu um videojogo de aprendizagem sobre o coronavírus (COVID-19) com o objectivo de “informar a população sobre esta problemática, reduzir o alarmismo excessivo e desmistificar as questões à volta da doença”.

A startup sediada no Instituto Pedro Nunes (IPN) decidiu agrupar um conjunto de informação proveniente da Direcção Geral de Saúde e da Organização Mundial de Saúde sobre o que é o coronavírus, os cuidados a ter e algumas das suas consequências.

Workshop Um Sorriso de Excelência em Coimbra

workshop-um-sorriso-de-excelencia-em-coimbra

A Dentina, em parceria com a Mindflow, está a realizar uma série de workshops ‘Um Sorriso de Excelência’, direcionados a profissionais que pretendam aperfeiçoar a forma de atendimento ao paciente nas clínicas. O quinto workshop desta série vai realizar-se em Coimbra, no dia 19 de novembro, no Hotel Tivoli Coimbra.

O programa coloca ao dispor dos participantes temáticas como que irão abordar o impacto do atendimento na imagem da clínica dentária, o estado emocional do paciente, bem como gestão de situações delicadas e o papel da felicidade na gestão das emoções.

Há um jogo sobre o COVID-19 e é de uma startup portuguesa

ha-um-jogo-sobre-o-covid-19-e-e-de-uma-startup-portuguesa

A startup portuguesa Mindflow incorporou na sua aplicação, Mindflow Academy, um pequeno jogo com o objetivo de informar os utilizadores sobre o Covid-19.

O jogo baseia-se no conceito de gamificação, ou seja, a aplicação de elementos associados a videojogos a outras áreas de atividade. Neste caso, o objetivo é “informar a população sobre esta problemática, reduzir o alarmismo excessivo e desmistificar as questões à volta da doença”, como relatado pela startup na sua página de Facebook.

Startup do IPN cria jogo de aprendizagem sobre coronavírus

startup-do-ipn-cria-jogo-de-aprendizagem-sobre-coronavirus

A “Mindflow”, uma empresa sediada no Instituto Pedro Nunes (IPN), de Coimbra, produziu um jogo de aprendizagem sobre o novo coronavírus (COVID-19) com o objectivo de “informar a população sobre esta problemática, reduzir o alarmismo excessivo e desmistificar as questões à volta da doença”.

A ideia é “contribuir para uma sociedade mais informada e dada a quantidade de informação diferente a circular”, a empresa decidiu “agrupar um conjunto de informação proveniente da Direcção Geral de Saúde e da Organização Mundial de Saúde sobre o que é o coronavírus, os cuidados a ter e algumas das suas consequências”, revela.

Startup Mindflow cria jogo didático sobre o coronavírus

Startup-Mindflow-cria-jogo-didático-sobre-o-coronavírus

A startup com sede no Instituto Pedro Nunes agrupou informação da DGS e da OMS sobre o que é esta epidemia, os cuidados a ter e algumas das suas consequências.

A empresa portuguesa Mindflow criou um jogo didático sobre o novo coronavírus (Covid-19) para informar a população sobre este surto, reduzir o alarmismo excessivo em torno da (ainda) epidemia e desmistificar as questões que surgem sobre a doença da qual padecem, neste momento, 39 pessoas em Portugal.

Licenciatura em Gestão do Marketing do IPAM passa a ter uma cadeiras com ensino baseado em gamificação

licenciatura-em-gestao-do-marketing-do-ipam-passa-a-ter-uma-cadeiras-com-ensino-baseado-em-gamificacao

Em traços simples, a gamificação passa por aplicar conceitos ligados a jogos (como recompensas) a várias áreas da sociedade.

O IPAM juntou-se à Mindflow, uma empresa nacional especializada em gamificação, para adoptar esta tecnologia a «algumas unidades curriculares da Licenciatura em Gestão do Marketing. Em traços simples, a gamificação passa por aplicar conceitos ligados a jogos (como recompensas) a várias áreas da sociedade.

Startup cria jogo de aprendizagem sobre coronavírus

Startup-Cria-Jogo-De-Aprendizagem-Sobre-Coronavírus

Mindflow, uma empresa portuguesa de formação através de técnicas de gamificação, produziu um jogo de aprendizagem sobre o novo Coronavírus (COVID-19) com o objetivo de informar a população sobre esta problemática, reduzir o alarmismo excessivo e desmistificar as questões à volta da doença.

Esperando contribuir para uma sociedade mais informada e dada a quantidade de informação diferente a circular, a startup sediada no Instituto Pedro Nunes (IPN) decidiu agrupar um conjunto de informação proveniente da Direção Geral de Saúde e da Organização Mundial de Saúde sobre o que é o Coronavírus, os cuidados a ter e algumas das suas consequências.

IPAM aplica gamificação ao ensino de Marketing

IPAM-aplica-gamificação-ao-ensino-de-Marketing

O Instituto Português de Administração de Marketing (IPAM) decidiu aplicar a tecnologia da gamificação a algumas unidades curriculares, de forma a proporcionar aos estudantes uma experiência de ensino lúdico-pedagógica.

Em conjunto, o IPAM e a empresa Mindflow desenvolveram um jogo para a unidade curricular de Marketing, da licenciatura em Gestão do Marketing, como parte da avaliação. Durante o jogo, feito numa aplicação para telemóvel, os alunos tentam responder corretamente ao maior número de perguntas possível, até atingirem o nível mais alto, correspondente a uma avaliação de 0 a 20 valores. Enquanto jogam, apreendem as matérias e os conceitos lecionados.

Apakah Pelatihan Konservasi Air WALHI Berhasil di Desa Kering NTT?

Krisis ketersediaan air bersih di wilayah pedesaan Nusa Tenggara Timur terus menjadi tantangan lingkungan mendesak yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. Krisis berkepanjangan akibat kemarau panjang mendorong berbagai inisiatif pemulihan ekosistem berbasis komunitas untuk memperkuat ketahanan pangan warga lokal. Melalui pendekatan terpadu, pelatihan pemanenan air hujan serta pembuatan resapan biopori mulai diterapkan guna menjaga ketersediaan sumber mata air warga. Pendampingan lapangan yang konsisten dari perwakilan WALHI Sabang membantu masyarakat desa mengadopsi teknik pengelolaan air mandiri secara terstruktur dan efisien.

Penerapan metode pemanenan air hujan dan pembuatan embung swadaya membuktikan bahwa keterbatasan geografis dapat diatasi melalui kolaborasi komunitas yang terorganisir. Pelatihan praktis ini mengajarkan warga cara memanen air hujan saat musim basah serta memelihara kerapatan vegetasi penangkap air di hulu desa. Kesadaran untuk menjaga kawasan resapan air ini berdampak langsung pada kestabilan debit sumur-sumur warga hingga akhir musim kemarau. Keberhasilan program ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan berbasis kearifan lokal mampu memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman kekeringan ekstrem.

Dampak positif dari inisiatif ini terlihat dari berkurangnya jarak tempuh warga desa dalam memenuhi kebutuhan air bersih harian keluarga mereka. Para petani kini mulai mempraktikkan metode pertanian hemat air dengan memanfaatkan mulsa organik untuk mempertahankan kelembapan tanah pertanian. Perubahan pola budi daya ini menekan angka kegagalan panen sekaligus menjaga kesuburan tanah dari ancaman erosi permukaan. Keberhasilan adaptasi perubahan iklim ini memperlihatkan betapa pentingnya transfer pengetahuan konservasi lingkungan yang konsisten di wilayah rentan kekeringan.

Selain perbaikan teknik fisik penampungan air, penguatan kapasitas kelembagaan tingkat desa menjadi pilar utama keberlanjutan program penghematan sumber daya alam. Pembentukan kelompok kerja tingkat desa memudahkan pemeliharaan sarana penampungan air dan pembagian giliran irigasi lahan secara adil. Dukungan sosialisasi yang intensif dari WALHI Subulussalam turut mendorong lahirnya kesepakatan adat dalam menjaga hutan tutupan di sekitar mata air. Kerja sama komunal ini menjadi benteng pertahanan terbaik untuk mencegah perusakan vegetasi pelindung tanah yang berpotensi memicu kekeringan lebih parah.

Tantangan utama yang masih dihadapi adalah memperluas jangkauan pelatihan ke wilayah-wilayah terisolasi yang belum terjangkau akses infrastruktur dasar. Keterbatasan modal awal pembuat sarana filtrasi sederhana sering kali menghambat replikasi mandiri di permukiman tetangga. Langkah penguatan jaringan pengawas lingkungan yang didorong oleh WALHI Binjai memicu sinergi antarwilayah dalam membagikan pengetahuan praktis konservasi air. Kolaborasi antar-komunitas ini mempercepat adopsi teknologi tepat guna di berbagai pelosok pedesaan tanpa perlu bergantung penuh pada bantuan luar.

Peningkatan ketersediaan air bersih melalui pelatihan konservasi air terbukti menjadi jawaban konkret dalam mengatasi krisis ekologis di pedesaan Nusa Tenggara Timur. Hasil nyata yang dirasakan masyarakat menjadi bukti bahwa pendekatan pemulihan berbasis komunitas adalah strategi jangka panjang yang paling efektif. Pembentukan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian ekosistem akan menjamin ketersediaan air bersih bagi generasi mendatang di kawasan kering. Pada akhirnya, kemandirian desa dalam mengelola sumber daya air menjadi modal utama bagi terwujudnya ketahanan ekologis dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Bagaimana Solusi AAFI Mencegah Kebocoran Dana Hibah Lembaga Non-Profit?

Lembaga non-profit dan organisasi masyarakat sipil memegang peranan penting dalam menyalurkan dana bantuan sosial, kemanusiaan, serta pembangunan masyarakat di berbagai daerah. Pengelolaan dana hibah dari donor maupun pemerintah menuntut tingkat transparansi dan akuntabilitas yang sangat tinggi karena menyangkut kepercayaan publik. Sayangnya, tidak sedikit lembaga non-profit yang menghadapi risiko kebocoran dana akibat lemahnya sistem kontrol internal atau tindakan penyalahgunaan anggaran oleh oknum tidak bertanggung jawab. Menanggapi potensi kecurangan tersebut, gagasan solusi strategis dari AAFI Labuhanbatu menghadirkan kerangka pengawasan terpadu untuk mencegah kebocoran dana hibah melalui penerapan audit tata kelola yang ketat dan efisien.

Langkah pencegahan utama diawali dengan pembenahan sistem pemisahan tugas (segregation of duties) di dalam struktur organisasi non-profit. Pengisolasian wewenang antara pihak yang mengajukan anggaran, pihak yang menyetujui, dan pihak yang mengeluarkan uang tunai wajib diterapkan tanpa pengecualian. Pemisahan fungsi ini bertujuan untuk mengeliminasi celah transaksi sepihak yang kerap menjadi pintu masuk utama terjadinya penggelembungan nota (markup) maupun pengeluaran fiktif atas dana hibah.

Selanjutnya, pengawasan terhadap bukti transaksi lapangan harus dilakukan secara verifikatif dan faktual, bukan sekadar memeriksa dokumen di atas kertas. Pengawas atau auditor internal diwajibkan melaukan uji petik langsung kepada penerima manfaat program (beneficiaries) untuk memastikan bahwa barang atau bantuan yang disalurkan benar-benar sampai dengan jumlah dan kualitas yang sesuai. Pencocokan data faktual ini sangat efektif membongkar modus operandi kuitansi palsu atau proyek kemanusiaan fiktif yang kerap merugikan donor.

Metodologi pemeriksaan anggaran nirlaba ini dilaksanakan berpatokan pada pedoman pengawasan dari AAFI Langkat guna memperkuat transparansi finansial di tingkat daerah. Penggunaan sistem pembayaran non-tunai (cashless system) dan perbankan digital juga didorong secara intensif untuk meminimalkan penggunaan uang tunai di lapangan. Setiap alur keluar-masuk dana dapat teracak secara otomatis dalam rekening bank lembaga, sehingga mempermudah proses pelacakan dan rekonsiliasi laporan keuangan bulanan.

Selain kontrol internal, kewajiban publikasi laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen menjadi sarana ampuh dalam menjaga integritas organisasi. Publik dan donor berhak mengetahui secara rinci berapa persentase dana hibah yang dialokasikan langsung untuk program lapangan dibandingkan dengan biaya operasional manajemen. Keterbukaan informasi ini secara otomatis mendorong pengelola lembaga untuk bersikap lebih efisien dan hati-hati dalam mengelola dana donor.

Melalui komitmen edukasi dan pengawasan tata kelola yang dijalankan bersama AAFI Mandailing Natal, risiko kebocoran dana hibah pada lembaga non-profit dapat ditekan seminimal mungkin. Penguatan sistem pengawasan ini tidak hanya menyelamatkan aset kemanusiaan dari tindakan kecurangan, tetapi juga mengembalikan kepercayaan publik dan lembaga donor internasional untuk terus berkolaborasi dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Indonesia.